Unduhan ini berasal dari Vimeo. Di bawah video, klik “download” lalu pilih resolusi Anda.
Nuh adalah seorang pria yang dikenal karena kesetiaannya kepada Tuhan. Nuh melakukan segala yang Tuhan perintahkan dan tidak membiarkan dirinya tergoda oleh kejahatan. Karena kesetiaannya, Tuhan memutuskan untuk menyelamatkan Nuh dari bahaya. Tuhan memerintahkan Nuh untuk bersiap menghadapi air bah besar dengan membangun sebuah bahtera yang sangat besar.
Setelah selesai, Tuhan memerintahkan Nuh untuk mengisi bahtera itu dengan keluarganya dan berbagai hewan. Ia diperintahkan untuk tetap berada di dalam bahtera agar terhindar dari banjir dan menunggu sampai bumi kembali kering. Nuh melakukan segala yang Tuhan perintahkan kepadanya.
Hujan mulai turun dan berlangsung selama 40 hari dan 40 malam. Keluarga Nuh tetap aman di dalam bahtera selama berbulan-bulan sementara air surut dan tanah mengering kembali.
Setelah keluar dari bahtera, Nuh dan keluarganya menyembah Tuhan atas perlindungan-Nya. Tuhan berjanji kepada Nuh dan keluarganya bahwa Ia tidak akan pernah lagi menenggelamkan bumi untuk memusnahkannya. Sebagai tanda dari janji tersebut, Tuhan menaruh pelangi di langit. Tuhan menyelamatkan Nuh dan keluarganya karena mereka setia kepada-Nya.
Onan kecil takut melihat pelangi di langit karena ia mendengar bahwa itu adalah tanda sesuatu yang mengerikan. Lewat cerita Nuh, pamannya, Sem, menjelaskan bahwa pelangi sebenarnya adalah tanda kuasa Tuhan dan janji kasih-Nya kepada semua orang.
Cara terbaik memahami kisah Nuh adalah melihatnya dalam konteks Kejadian 1–9.
Kejadian 1–9 mengatakan bahwa Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya. Tuhan menciptakan manusia untuk memiliki hubungan khusus dengan-Nya (Kejadian 1–2). Manusia tergoda untuk berbuat dosa dan itu menciptakan penghalang dalam hubungan mereka dengan Tuhan (Kejadian 3). Meskipun hubungan berubah, Tuhan tetap melindungi umat-Nya.
Seiring waktu, dosa dan kejahatan semakin memenuhi bumi sehingga Tuhan memutuskan untuk membersihkannya dengan air bah dan memulai kembali (Kejadian 5–9). Tuhan menemukan satu orang yang benar, yaitu Nuh, beserta keluarganya. Dengan belas kasih, Tuhan melindungi mereka dengan memerintahkan mereka membangun sebuah bahtera.
Setelah mereka keluar dari bahtera, Tuhan menaruh pelangi di langit dan membuat perjanjian dengan Nuh dan keluarganya. Tuhan memerintahkan mereka untuk “beranak cucu dan bertambah banyak serta memenuhi bumi” (Kejadian 9:1), dan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah lagi memusnahkan semua kehidupan melalui air bah (Kejadian 9:8).
Ketika kita melihat pelangi, kita dapat mengingat bahwa Tuhan melindungi Nuh dan keluarganya—dan Ia juga berjanji untuk melindungi kita.
Mengapa Tuhan memilih menenggelamkan seluruh bumi?
Bagaimana Nuh menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan?
Mengapa Tuhan menaruh pelangi di langit?
Bagaimana kamu dapat menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan?