Unduhan ini berasal dari Vimeo. Di bawah video, klik “download” lalu pilih resolusi Anda.
Hana selalu menginginkan seorang anak. Suatu hari, saat beribadah kepada Tuhan dan mempersembahkan kurban, ia berdoa dengan segenap hatinya agar Tuhan memberinya seorang anak. Tuhan mendengar doanya dan tak lama kemudian ia melahirkan seorang putra bernama Samuel. Hana berjanji kepada Tuhan bahwa Samuel akan dibesarkan di bait suci dan melayani Tuhan sepanjang hidupnya. Sesuai janjinya, Samuel kecil pergi ke bait suci untuk tinggal bersama imam besar, Eli.
Pada suatu malam, Eli dan Samuel bermalam di bait suci dekat tabut Allah. Di tengah malam, Samuel mendengar sebuah suara memanggil namanya. Ia bangun, berlari kepada Eli, dan berkata, “Ini aku. Engkau memanggilku?” Tetapi Eli tidak memanggil Samuel dan menyuruhnya kembali tidur. Hal ini terjadi dua kali lagi. Akhirnya, Eli memberitahu Samuel untuk berkata, “Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan.”
Ketika suara itu datang lagi, Samuel menerima sebuah penglihatan dari Tuhan. Berita dari Tuhan itu sulit untuk didengar. Tuhan mengatakan bahwa Ia akan menjatuhkan penghakiman atas Eli dan anak-anaknya yang berdosa. Keesokan paginya, Samuel menyampaikan nubuat itu kepada Eli.
Tuhan terus berbicara kepada Samuel, dan Samuel menjadi imam yang berhikmat serta penting bagi bangsa Israel. Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Saul sebagai raja pertama Israel. Kemudian, ketika Saul masih menjadi raja, Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi seorang anak gembala muda sebagai raja kedua Israel. Anak itu adalah Daud. Setelah Saul meninggal, Daud menjadi raja terbesar Israel.
Sebagai bagian dari kisah ini, Daud diperkenalkan kepada Raja Saul. Hal ini kemudian membawa Daud masuk ke dalam pelayanan kepada raja.
Daud telah diurapi secara diam-diam sebagai raja berikutnya menggantikan Saul. Kisah ini menegaskan bahwa Daud, karena imannya kepada Tuhan, memiliki kemampuan untuk berperang bagi Israel dan memimpin bangsa itu.
Menggenapi nubuat yang telah disampaikan berabad-abad sebelumnya, salah satu keturunan Daud menjadi Mesias yang telah lama dinantikan oleh bangsa Israel, yang dikenal sebagai Yesus.
Seorang tua-tua datang kepada Daud untuk mengurapinya sebagai pemimpin, mengingatkan Daud tentang janji rahasia yang pernah dibuat nabi Samuel kepadanya bertahun-tahun sebelumnya. Dengan menceritakan kisah Samuel yang mendengar suara Tuhan ketika masih kecil, Daud meyakinkan mereka bahwa kuasa dan kasih Tuhan tidak akan membiarkan satu pun janji gagal digenapi.
Dalam Kitab Suci, Tuhan sering menjawab permintaan seorang wanita untuk memiliki anak. Anak-anak ini memiliki peran penting dalam kisah karya Tuhan. Sebagai contoh, istri Abraham, Sara, tidak dapat memiliki anak sampai Tuhan memberinya mukjizat.
Kepemimpinan Samuel sangat penting dalam berdirinya kerajaan Israel. Samuel menunjukkan kesetiaannya dengan mendengarkan Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya.
Raja Daud, yang diurapi oleh Samuel, menjadi raja yang besar. Tuhan berjanji bahwa Mesias akan datang dari garis keturunan Daud. Matius 1:1 menggambarkan Yesus sebagai Mesias, anak Daud, anak Abraham.
Menurutmu, seperti apa rasanya bagi Samuel tumbuh besar sambil membantu Eli?
Bagaimana menurutmu perasaan Samuel ketika ia menyadari bahwa Tuhan sedang memanggilnya?
Apa yang Samuel lakukan dengan pesan yang Tuhan berikan kepadanya?
Bagaimana Samuel menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan?