Unduhan ini berasal dari Vimeo. Di bawah video, klik “download” lalu pilih resolusi Anda.
Musa adalah seorang Israel yang mendapat kasih karunia dari Tuhan dan dibesarkan di Mesir sebagai seorang pangeran, pada masa ketika orang Israel lain diperbudak. Suatu hari, Musa sedang menggembalakan dombanya ketika malaikat Tuhan menampakkan diri dan berkata, “Aku telah melihat penderitaan dan mendengar seruan umat-Ku di Mesir. Aku datang untuk membebaskan mereka dan membawa mereka ke negeri yang berlimpah susu dan madu. Aku akan mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku keluar dari Mesir.”
Musa merasa takut, tetapi Tuhan berjanji akan selalu menyertainya. Untuk membuktikan kuasa-Nya, Tuhan memberi Musa tiga tanda. Pertama, tongkat Musa berubah menjadi ular dan kembali menjadi tongkat. Kedua, tangan Musa menjadi berpenyakit lalu dipulihkan kembali. Ketiga, air dari Sungai Nil akan berubah menjadi darah.
Musa melakukan seperti yang Tuhan perintahkan dan menghadapi Firaun di Mesir. Dengan pertolongan Tuhan, Musa memimpin bangsa itu keluar dari Mesir, menyeberangi Laut Teberau, dan pergi ke Gunung Sinai. Di sana, Tuhan membuat perjanjian dengan mereka: “Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.” Tuhan berjanji menuntun mereka kembali ke tanah Abraham, tanah perjanjian.
Tubal bertanya kepada kakeknya, Harun, apakah mereka memiliki rumah, dan Harun meyakinkannya bahwa mereka hampir tiba di rumah mereka. Harun menceritakan kisah Musa dan semak yang menyala, menjelaskan bagaimana Tuhan menolong Musa membebaskan bangsa mereka dari perbudakan di Mesir dan menyediakan tanah baru bagi mereka.
Kitab Keluaran menggambarkan rencana Tuhan untuk membebaskan keluarga Abraham—yang kini jumlahnya tidak terhitung—dari perbudakan dan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian.
Umat Tuhan dianiaya di bawah kekuasaan Firaun. Bahkan, Firaun memerintahkan semua bayi laki-laki Israel dibunuh saat lahir. Musa selamat karena ibunya yang berani melindunginya sampai akhirnya ia diangkat menjadi anak oleh seorang putri Mesir (Keluaran 1).
Keluaran 11–13 menggambarkan tulah terakhir, yaitu kematian anak sulung. Tuhan memberikan instruksi rinci kepada bangsa Israel untuk melindungi mereka, dan inilah yang menjadi Paskah pertama. Paskah dirayakan sepanjang Kitab Suci, bahkan oleh Yesus, dan masih dirayakan oleh orang Yahudi hingga kini.
Keluaran 19–40 menggambarkan perjanjian (hukum yang Tuhan berikan di Gunung Sinai) dan memberikan petunjuk untuk menyembah Tuhan. Hukum ini sangat penting bagi bangsa Israel dan tetap ditaati sepanjang kehidupan Yesus.
Mengapa bangsa Israel tinggal di Mesir?
Apa yang Tuhan ingin Musa lakukan?
Mengapa menurutmu Musa takut melakukan apa yang Tuhan perintahkan?
Jika kamu adalah Musa, apa yang akan kamu katakan kepada Tuhan?